NHW #8 Kelas Matriks IIP : Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas

☘Matrikulasi Ibu Profesional batch #2 sesi #8☘

MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.

*Be Professional, Rejeki will Follow*

Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa rejeki & setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguhtidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.

Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar

b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.

c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi

d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :

a. Kita ingin menjadi apa (be)

b. Kita ingin melakukan apa (do)

c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)

c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.

Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, silakan dibuka diskusi dan nanti kami akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan:

_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_

_Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2017_

_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_

🍃🍃
*Nice HomeWork #8*

_MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS_

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

🍃a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

🍃b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

🍃c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulsi IIP/

🍃🍃

Jawaban NHW #8

Aktivitas yang saya pilih adalah menulis. Saya ingin menjadi penulis yang menginspirasi kebaikan bagi banyak orang. Saya akan menulis satu tulisan tiap satu hari, yang saya harap dapat menginspirasi kebaikan bagi banyak orang. Dengan menulis, saya ingin mendapatkan pahala kebaikan dari Nya. Sebagai manifestasi atas tugas dari Nya menjadi sebaik baik khalifah di muka bumi ini.

Apa yang ingin saya capai? Saya ingin menjadi penulis produktif, dimana tulisan saya dapat menggugah dan menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang. Saya ingin menulis banyak artikel dan buku. Dengan menulis akan selalu membuat saya introspeksi diri sehingga menjadi sosok yang bisa diteladani oleh anak anak kami.

Lima atau sepuluh tahun ke depan saya ingin memiliki toko buku sendiri, dimana ada mini library di dalamnya. Saya juga ingin memiliki penerbitan sendiri supaya memudahkan kami untuk menerbitkan buku buku yang dapat menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang.

Satu tahun ke depan saya akan berusaha komitmen menulis 1 artikel setiap hari. Setahun ke depan saya juga ingin menulis dan menerbitkan sebuah buku. Aamiin ya Rabb

NHW #7 Kelas Matriks Ibu Profesional : Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari

*Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #4 sesi #7*

REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI

Alhamdulillah setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan” dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR”

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.

Para Ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.

Sang Maha Memberi Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”

Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah

bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga

Semua pengalaman para Ibu Profesional di Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah KEMULIAAN hidup.

“Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI”

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka

Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.

Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

1⃣menambah syukur,
2⃣menegakkan taat
3⃣berbagi manfaat.

Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya

Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.

Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,

Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber Bacaan:

Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014

Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010

_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015
[12:56, 7/10/2017] Itsnita FARDA Husnufarda: NiceHomeWork #7
TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6

Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

🍀 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
1⃣masuk ke http://www.temubakat.com
2⃣isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya

3⃣Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
4⃣ Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
🍀 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Jawaban NHW #7

Kuadran 1 :

-Menulis

-Berdagang

-Mengajar

Kuadran 2 :

-Memasak

-Menjahit

-Menyetir

Kuadran 3

-Menyeterika

-Membuat prakarya

Kuadran 4

-Memperbaiki barang barang

Hana, Si Pecinta Sains

20170510_210703.jpg

Hana Azaria Yusuf (8 yo), Si Pecinta Sains
Mama tahu nggak kulit manusia terdiri dari apa saja?
Atau mama tahu nggak jenis ikan paus yang terbesar?
Dan puluhan pertanyaan lain yang kemudian dia jawab sendiri dari hasil menjelajahi buku-buku dan ensiklopedi yang ada di perpustakaan sekolahnya. Ya, mbak Hana memang suka sekali dengan sains. Itulah mengapa bulan ini papa membelikan dia ensiklopedi mukjizat ilmiah Al Quran yang ditulis oleh Harun Yahya dan sukses membuat dia larut dalam buku tersebut hingga terkantuk-kantuk.
Kecintaannya pada sains juga membuatnya suka sekali bereksperimen. Sejak TK dia suka membaca rubrik percobaan sains di majalah Anas. Dan ikut-ikutan baca majalah sains Kuark milik mb Syifa, sepupunya. Percobaan-percobaan kecil yang dia lakukan seperti membuat pelangi dari botol air yang disorot dengan lampu senter, mengamati sedotan yang terlihat patah dari luar gelas berisi air, menangkap aneka macam serangga dan mengamati struktur tubuhnya dsb.
Kecintaannya pada sains juga mendorongnya mengikuti Sains Club murni atas keinginannya sendiri, bukan karena ikut-ikutan temannya. Namun karena Sains Club sering tidak sesuai jadwal, akhirnya dia keluar dan melanjutkan eksperimen sendiri di rumah. Membuat ramuan slime dari berbagai macam bahan, yang terkadang hasilnya tidak seperti yang dia harapkan. Namun begitu berhasil membuat slime seperti yang diharapkan, berikutnya langsung open pre order untuk dijual hehehe.
Selain menyukai sains, Hana juga sangat menyukai crafting. Bikin squeshy dari sponge cuci piring, bikin rumah-rumahan dari kardus bekas, bikin mesin squeshy yg cara kerjanya niru mesin pancing boneka di time zone, bikin kerajinan dari kertas origami, dan yang terbaru njahit kain flanel dibentuk boneka dan bunga, yang njahit ini dia betah banget sampai malam.
Alhamdulillah, kami senang bisa menemani mb Hana menumbuhkan fitrah belajarnya. Insya Allah dari pengamatan kami mulai terbaca tentang minatnya pada dunia sains dan craft. Untuk menghafal al quran, menurut bu guru kemampuannya lebih menonjol dari teman-teman sekelasnya. Tapi mb Hana belum tertarik untuk lebih menekuninya di luar tahfidz rutin sekolah, dan kami juga menunggu waktu yang tepat hingga ia mau melakukannya sendiri dengan penuh kecintaan.
Untuk fitrah keimanan memang sejak kecil sudah berusaha kami tumbuhkan. Namun khusus untuk ibadah sholat, sejak usia 7 tahun dia sudah mulai ada kesadaran untuk melakukannya sendiri. Bahkan saat bermain dengan teman, dia akan pamit pulang sebentar untuk mengerjakan sholat lalu pergi lagi untuk main.
Untuk fitrah seksualitas, insya Allah sudah bisa sesekali dimintai tolong jagain adik-adiknya, juga bantuin mama masak di dapur.
Tidak ada anak yang sempurna, tak terkecuali Hana. Terkadang jika ia bosan, adik-adiknya akan menjadi obyek kejahilannya. Juga masih ada PR manajemen emosi yang belum tuntas dikerjakan. Tugas kami sebagai orangtua adalah menumbuhkan fitrahnya, yang sudah di install oleh Allah swt sejak ia lahir ke dunia ini. Selalu bertaubat kepada Allah dan meminta maaf atas segala kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja kami lakukan selama membersamainya. Selalu memohon pertolongan dan campur tangan Allah untuk menjaga dan mendidik ananda dimanapun ia berada.

NHW #6 Kelas Matriks IIP : Ibu Manajer Handal Keluarga

IMG-20170705-WA0039

📈📈 Materi 6: Matrikulasi batch 4📈📈
Institut Ibu Profesional

—— *IBU MANAJER HANDAL KELUARGA* —–

*Motivasi Bekerja Ibu*

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja yang _wajib professional_ menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.
Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu

kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita

Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.

 

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?

🍀Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?

🍀Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?

 

🍀Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

 

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita
.
🍀Kalau anda masih “ASAL KERJA” maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.

 

🍀Kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses

 

🍀Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI” , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.

Ibu Manajer Keluarga

Peran Ibu sejatinya adalah *seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita*

*Saya Manager Keluarga*

kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

🍀Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.

🍀Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi

 

🍀Buatlah skala prioritas

🍀Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

 

Menangani Kompleksitas Tantangan

Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

a. PUT FIRST THINGS FIRST

Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. – Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini – aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

 

b.ONE BITE AT A TIME

Apakah itu one bite at a time?
-Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita.

_ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda_

*Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya*

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah *pilihan paling akhir*.

Perkembangan Peran

Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih

SEKEDAR MENJADI IBU

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:

🍀Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang.

Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “manajer keuangan keluarga.

 

🍀Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak.Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur.

Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.

 

🍀Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah.

Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manajer pendidikan anak”.

Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.

 

🍀Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dst

Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi.  Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata

BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,

 

/Tim Matrikulasi IIP/

 

SUMBER BACAAN:

Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP,  2015

Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #4, 2017

Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom’s Story: Zainab Yusuf As’ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009

☘☘​NICE HOMEWORK #6☘☘

*BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL*

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.
Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut).

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.

(Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7).

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?

kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

_SELAMAT MENGERJAKAN_
Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Jawaban NHW #6

Shubuh-Jam 8 :
Jadwal Rutin :
1. Shubuh berjamaah dengan anak. Tilawah
2. Menyiapkan anak-anak berangkat sekolah
3. Menyiapkan sarapan
4. Membuat bubur untuk baby
5. Memandikan yang belum bisa mandi sendiri
6. Menyuapi yang belum bisa makan sendiri
7. Mandi
8. Mengantar ke sekolah

Jam 8-10 :
1. Membuat tulisan ringan atau materi jualan
2. Sholat dhuha

Jam 10-14 :
1. Menjemput sekolah
2. Terapi untuk Hasan
3. Sholat dhuhur lanjut makan siang
4. Istirahat siang
5. Cek bisnis online

Jam 14-17 :
1. Menyiapkan mandi untuk anak anak
2. Memandikan yang belum bisa mandi sendiri
3. Sholat ashar
4. Jalan-jalan sore atau main di halaman

17-19 :
1. Menyiapkan belajar atau mengerjakan PR
2. Tilawah
3. Menyimak tilawah anak bergantian dengan suami
4. Membacakan sirah Muhammad Teladanku
5. Maghrib dan isya berjamaah
6. Makan bersama

19-21 :
1. Free time
2. Family time
3. Persiapan tidur

Alhamdulillah saya dibantu ART untuk bersih-bersih rumah, cuci dan setrika.

Ajari Aku untuk Tabah

20170602_055414.jpg

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

(QS: al-‘Ankabuut Ayat: 2)

Di rumah kami ada satu set buku sirah nabi Muhammad Teladanku yang terdiri dari 16 jilid. Saya membacakan buku ini sejak 1 tahun yang lalu untuk anak-anak. Sejak awal membelinya hingga saat ini, ada satu jilid dari buku tersebut yang selalu diambil dan ‘dibaca’ oleh Hasan, putra kami yang didiagnosa autism kategori ringan-sedang. Saya pun tertarik membaca jilid favorit Hasan tersebut dan masya Allah ternyata judul buku tersebut adalah ‘Ketabahan’.

“Mengapa kamu suka buku ini mas Hasan?”, tanya saya yang hanya dia jawab dengan senyuman lugu.

Sekali lagi saya baca buku tersebut, dan masya Allah buku ini memang berisi bab perjuangan dan penderitaan kaum muslimin kala Islam baru saja didakwahkan oleh Rasulullah saw. Saya baca kembali buku ini yang menceritakan tentang para sahabat yang disiksa sedemikian rupa karena telah masuk islam. Lalu pemboikotan umat Islam hingga terancam kelaparan dan kematian. Hingga wafatnya bunda Khadijah dan paman Nabi yakni Abu Thalib di tahun yang sama.

Tak terbayangkan penderitaan dan kesedihan yang dialami umat islam di waktu itu. Dan hal ini lah rupanya yang ingin Allah ajarkan pada saya melalui tangan kecil Hasan.

Yaitu tentang Ketabahan Nabi Muhammad saw dan kaum muslimin ketika mengalami penindasan dan kesedihan yang mendalam.

Jika kita tengok kembali surat Al Ankabut ayat 2 di atas. Maka kehidupan orang yang beriman di dunia ini hakikatnya adalah menyelesaikan ujian demi ujian yang diberikan Allah untuk menaikkan derajat kita.

Terkadang kita merasa silau dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Merasa rumput tetangga lebih hijau. Merasa menjadi orang yang paling menderita dan menyedihkan sedunia. Padahal kita hanya tidak tahu, mungkin dibalik senyuman ketegarannya, seseorang menyimpan duka dan lukanya rapat-rapat. Agar orang lain tidak tahu. Agar orang lain tidak ikut bersedih. Juga karena hidup ini memang harus kita jalani dengan banyak senyuman dan rasa syukur, walaupun ujian demi ujian datang silih berganti.

Ada orang yang karirnya bagus, bisa kuliah di luar negeri namun Allah belum mempertemukan ia dengan jodohnya. Ada orang yang sekian lama menikah, hartanya melimpah, kedudukannya mulia, namun Allah belum memberikan rezeki keturunan untuknya. Ada orang yang kaya, terpandang, cantik rupawan, namun diuji dengan kenakalan anaknya. Ada lagi orang yang kaya raya, keturunannya sholeh-sholehah namun diuji dengan karyawan yang curang dan kemunduran bisnis.

Setiap orang memiliki ujiannya sendiri-sendiri. Seperti kami yang diberikan ujian seorang anak yang didiagnosa autism. Berikhtiar untuk pengobatan dan terapinya bertahun-tahun lamanya, namun anak kami malah ‘mengajarkan’ kami untuk tabah menghadapi ujian ini.

Mengapa Allah berikan ujian pada setiap hamba-Nya? Ujian yang kita dapatkan bisa jadi merupakan teguran dari Allah. Namun ujian juga merupakan bentuk kasih sayang Allah pada hamba-Nya. Insya Allah dengan adanya ujian ini, Allah ingin kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Yang harus kita yakini adalah bahwa Allah tidak akan memberikan beban ujian diluar kesanggupan kita. Sesuai dengan firman-Nya

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami ; ampunilah kami ; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (al-Baqarah 286)
Karena itu jika memang Allah berikan ujian ini untuk kita, maka yakinlah bahwa kita akan diberi-Nya kekuatan untuk menyelesaikannya.

Yang harus kita yakini pula bahwasanya ujian ini diberikan agar kita lebih dekat, pasrah, dan tawakkal hanya kepada Allah saja. Dengan adanya ujian ini kita jadi semakin sadar bahwa kita ini hanyalah manusia yang lemah. Kita butuh dan sangat butuh untuk bersandar pada Allah sang maha pemilik segala.

Terakhir kita juga harus yakin bahwa sesuai janji Allah, sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.
”Para pembaca pasti sudah seringkali mendengar ayat berikut :
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
(QS. Alam Nasyroh: 6).
Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa ketika turun surat Alam Nasyroh ayat 5-6,Rasulullah saw bersabda, “Kabarkanlah bahwa akan datang pada kalian kemudahan. Karena Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.
Melalui ayat ayat di atas, Allah ingin menenangkan kita bahwa di balik ujian yang berat ini Allah akan berikan kita jalan keluar dari arah yang tak disangka-sangka. Dan bahkan di setiap satu kesulitan, Allah akan berikan dua kemudahan.
Seperti kisah Nabi Muhammad saw dan kaum muslimin yang awalnya ditindas dan disiksa oleh kaum kafir. Maka pada akhirnya Allah memberikan kemenangan Fathu Makkah. Dimana pada saat itu Rasulullah saw dan para pengikutnya menaklukkan kota Makkah dengan damai. Orang-orang kafir yang dahulu menindas mereka hanya bisa tertunduk dengan pasrah. Namun Rasulullah saw tidaklah menjadi sombong dan lupa diri, justru beliau memperbanyak istighfar dan bersyukur pada Allah atas kemenangan dan kemuliaan yang dikaruniakan-Nya pada kaum muslimin.

Materi #5 Kelas Matriks IIP : Learning How To Learn

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,

Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.

Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar.

Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.

Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa.
*_Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan_*

Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.

Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.
Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.

Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :
1⃣Belajar hal berbeda

2⃣ Cara belajar yang berbeda
3⃣Semangat Belajar yang berbeda

🍀 *Belajar Hal Berbeda*
Apa saja yang perlu di pelajari ?
yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:
🍎Menguatkan Iman,

ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya
🍎Menumbuhkan karakter yang baik.
🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

*Cara Belajar Berbeda*
Jika dulu kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.
Misalnya :
👍Ibu jari : How
👆Jari telunjuk : Where
✋Jari tengah : What
✋Jari manis : When
✋Jari kelingking : Who
👐Kedua telapak tangan di buka : Why
👏Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik
_Apa itu berpikir skeptik ?_
Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

*Semangat Belajar Yang berbeda*
Semangat belajar yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :

🍀Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.
🍀Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.

Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).

Yang harus dipahami,
*_Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita_*

Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?

• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan
*_Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah_*

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.

Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

🚫 *_Sebaliknya jangan meratakan lembah_*
yaitu dengan menutupi kekurangannya,
Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).

Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?

Caranya adalah :
1⃣ Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati
2⃣Mengetahui tujuannya, cita-citanya
3⃣Mengetahui passionnya

Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.

*_Good is not enough anymore we have to be different_*

Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).

Peran kita sebagai orang tua :
👨‍👩‍👧‍👧Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.
👨‍👩‍👧‍👧Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.
kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya
👨‍👩‍👧‍👧sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.

Cara mengetahui passion anak adalah :
1⃣ _Observation_ ( pengamatan)
2⃣ _engage_(terlibat)
3⃣ _watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)

Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.
Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.

Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.

Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :

1⃣Melatih anak untuk belajar bertanya,
Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.
2⃣Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya
3⃣Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari
4⃣Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.
Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan :
_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014_
_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009_

_NICE HOMEWORK #5_
_MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL BATCH #4_

📝 *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR*📝 (Learning How to Learn)

Setelah malam ini kita mempelajari tentang “Learning How to Learn” maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan “learning how to learn” dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil sempurna yg kami harapkan, melainkan “proses” anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,

 

/Tim Matrikulasi IIP/

Jawaban NHW #5

Homework kali ini benar-benar cetar. Kita harus merenung dan belajar dari pengalaman tentang metode pembelajaran yang cocok untuk diri kita.

Untuk saya, kurang nyaman dengan kuliah formal di dalam kelas. Saya lebih suka memgikuti komunitas yang menyelenggarakan perkuliahan secara terstruktur seperti IIP ini. Tentu selain mengikuti kuliah secara online dan berdiskusi secara online. Akan lebih mantab jika datang ke kopdar untuk lebih memperdalam materi dan memperkaya wawasan dengan diskusi.

Selain IIP saya juga bergabung dengan komunitas HEbAT dan Motivamoms. Di komunitas HEbAT saya juga mengikuti kelas matrikulasi yang mengupas tuntas tentang pendidikan berbasis fitrah. Saya juga datang ke acara kopdar untuk bertemu langsung dengan narasumber, sehingga makin kaya ilmu yang saya dapatkan.

Untuk pembelajaran menulis, saya terus berupaya memperbaiki kualitas tulisan dengan mempelajari karya-karya penulis lain. Selain rutin menulis di blog dan majalah saya juga mengikuti grup agency naskah yang menghubungkan penulis dengan penerbit. Sesekali saya juga mengikuti workshop kepenulisan untuk memantabkan skill dalam menulis.

Untuk pembelajaran ilmu agama saya lebih suka mengikuti kajian dengan kurikulum yang terstruktur. Hanya saja saya belum menemukan jadwal yang sesuai dengan aktivitas saya. Yang saya ikuti baru kelas tahsin di Rumah Quran Inspirasi untuk memperbaiki bacaan al quran saya.

Untuk pembelajaran bisnis harus banyak praktek dan punya mentor bisnis. Saat ini saya sudah punya usaha jual buku dan mainan online. Nama tokonya Triple H Shop. Saya meminta tolong sahabat saya sejak SMA untuk menjadi mentor saya. Karena dia sudah terjun lebih dulu di bisnis ini. Bahkan sudah menjadi importir mainan dari Cina.

Suami saya adalah guru pertama saya. Apapun kesulitan yang saya hadapi baik dalam hal pengasuhan, belajar agama, belajar menulis, maupun belajar bisnis, kepada suami lah saya meminta pendapat dan arahan.

Yang pertama dan utama yang harus saya lakukan sebelum menekuni ilmu-ilmu tersebut adalah memohon bimbingan dan campur tangan Allah swt. Agar saya diberi kemudahan dalam mempelajari dan menerapkan ilmu-ilmu tersebut. Ketika ada kekurangan dalam prakteknya, saya berharap Allah yang akan menyempurnakannya.

Untuk anak pertama saya yang menyukai sains dan crafting. Gaya belajar yang dia sukai adalah visual kinestetik. Jadi kami investasi 1 set ensiklopedi sains dan 1 set VCD sains. Dia suka membacanya karena rasa ingin tahunya yang tinggi. Kami mendampinginya saat membaca dan menonton video edukasi. Gaya belajar kinestetik juga dominan bagi sulung kami ini. Aneka eksperimen sains pernah ia lakukan. Eksperimen yang paling dia suka adalah membuat pelangi dan membuat slime. Sulung kami juga menyukai art n craft, jadi kami bebaskan ia membuat kerajinan apa saja. Asalkan setelah selesai dibersihkan sendiri.

Untuk anak kedua kami yang didiagnosa autism. Gaya belajarnya cenderung visual dan kinestetik. Lewat kartu dan alat peraga edukatif. Kami mengundang terapis ke rumah untuk latihan motorik, kognitif dan terapi perilakunya. Sedangkan terapi wicara dan sensory integrasi didapatkan dari Rs. Hermina

Untuk anak ketiga kami yang sedang senang-senangnya rambatan. Tugas kami membebaskan dia aktif bergerak sesuai fitrahnya. Tugas kami mengawasinya agar tidak mengalami situasi yang membahayakan.